Waktu aku memikirkan tentang Natal
Aku membayangkan..
Orang-orang yang berebutan mencari tempat untuk diterima di kampung halamannya sendiri
Sepasang insan yang canggung dengan bayi pertama mereka di tempat yang aneh bin ajaib
Orang majus yang sedikit bingung oleh karena perhitungan intelektual yang hebat hanya membawa mereka pada sebuah kandang binatang
Gembala-gembala yang untuk sekejab seakan berada di negeri mimpi
Semuanya seperti sebuah event yang dirancang dengan tidak matang.. Euforia yang tak sempurna!
Lalu..
Terlintas pula dibenakku..
Derap kaki kuda dan desingan pedang prajurit Herodes yang mengiringi ratap tangis keluarga-keluarga yang kehilangan bayi mereka malam itu
serta degup awas keluarga Yusuf yang melarikan diri pada hari penuh airmata di Betlehem
Apa yang salah, Tuhan...
Mungkinkah kami terlalu terlena dengan syahdunya lagu Malam Kudus..
Hingga melupakan perjuangan-Mu hadir di dunia ini?
Sungguh...
Tuhan, ampunilah aku..
Yang mencoba memasukkan kesempurnaan-Mu dalam rongga otakku yang sempit
Malu aku dengan segala reka dan rasa
yang mengukuhkan betapa fana adaku
Melihat pada-Mu yang rela meninggalkan segala kenyamanan dan bersedia turut dalam gumul juang dunia dengan segala pahit getirnya..
Tak lagi aku meminta lebih!
Tuhan..
Cinta-Mu mengetarkan dan menggentarkan aku! Sempurna!
Bilakah kudapat membalasnya?
Jakarta, 25 Desember 2007 Pk. 00.30 WIB
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment