KALO kamu tinggal di Jakarta dan sehari-hari menggunakan kendaraan umum, pasti kamu familiar dengan yang namanya pengamen jalanan dan para pencari sedekah. Mulai dari yang mengiba hingga setengah mengancam. Di antara para pengamen itu, kamu juga pasti banyak menjumpai anak-anak yang suaranya so sangat-sangat jelek (tidak dalam rangka menghina). Suaranya itu terdengar tidak jelas dan seperti keluar dari hidung. Ada beberapa penyebab mereka bersuara seperti itu. Tinggal di jalanan dan tidur di jalanan menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) sangat mudah menyerang mereka, apalagi asap kendaraan umum dan polusi yang mereka hirup jauh lebih banyak daripada makanan yang bisa mereka asup dalam sehari. Begitu pula saat menyanyi 'menghibur' Anda, mereka harus bisa mengalahkan suara klakson dan deru bis.
Tetapi bukan itu saja, sebagian anak jalanan yang seharusnya masih berusia sekolah sudah mengenal yang namanya merokok, minuman keras, bahkan obat-obatan terlarang. Memang mereka tidak sekaya pengadat lainnya yang menurut salah satu koran nasional, yang saya baca kemarin, diperkirakan dapat menghabiskan Rp. 200.000++/hari untuk narkoba. Anak-anak ini tidak punya uang sebanyak itu. Mereka hanya dapat membeli lem Aica Aibon dengan harga kurang dari Rp. 10.000,- untuk dihirup dan dinikmati bersama dalam surga kecil milik mereka.
Gw tau. Kamu mungkin geleng-geleng kepala. Kamu mungkin akan berkata bahwa hal ini tidak baik. Kamu mungkin memberi 'stempel negatif' tambahan bagi anak-anak ini. Kamu mungkin mengatakan bahwa mereka telah memegang tiket mereka ke neraka. Tetapi neraka itu 'surga' mereka.
Buat gw, gw bakal ngerasa sangat berdosa bila dengan mudahnya gw mengaminkan neraka orang lain. Gw mengharapkan surga bagi mereka, sebagaimana gw mengharapkan surga bagi diri gw sendiri. Tetapi apa yang bisa gw lakukan bagi anak-anak ini? Semuanya kadang memberikan kesedihan tersendiri bagi gw, padahal anak-anak itu mungkin sudah tidak sedih lagi.. mereka telah 'memilih' cara berdamai dengan penderitaannya.
Mereka memilih 'neraka' itu, 'surga kecil' itu, karena mereka tidak punya banyak pilihan. Tapi gw yakin kita punya lebih banyak pilihan, termasuk memberikan pilihan yang lebih baik bagi mereka tanpa buru-buru mem-blame atau mem-blacklistkan mereka dari kehidupan kita. Tiket ke neraka mereka bukan Aica Aibon dan obat-obatan lainnya.. tiket ke neraka mereka adalah tindakan penghakiman kita..
Gw bergumul dengan masalah ini.. dan gw berharap.. lo semua juga mau menyelipkan mereka yang terlupakan dalam doa-doa kalian.
***
nb: Gambarnya gw yg buat lo.. tapi kayaknya terlalu manis ya utk ukuran anak jalanan hehe.. ya namanya juga usaha.. daripada gw plagiat naruh gambar orang lain?! ya kan ?! hehehe...


1 comments:
kok anak jalanannya sedih sil? jadi inget oliver twist (atau twin?), pokoknya nek ga salah dickens, deh. Mbuh lah ...
tap itu jadi kayak fotoku kalo aku bangun tidur lo ... sedih dan tertekan serta ga punya duit ....
Post a Comment