Why why why...
Coba lo pikir kenapa akhir-akhir ini sesama anak bangsa susah sekali berbicara dalam damai? susah sekali mendiskusikan dan duduk bersama mencari pemecahan dari masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa ini dalam suasana yang mutual?
Menurutku semuanya itu dikarenakan kita terlalu sering menetapkan HARGA MATI yang notabene menutup kemungkinan untuk berdialog. Gw paham bahwa ada beberapa hal menyangkut keyakinan diri sendiri (bukan keyakinan orang lain lho) yang ga bisa ditawar-tawar.. untuk hal-hal prinsipil seperti itu ya biarlah seperti itu tetapi itu ga berarti kita menutup mata terhadap segala hal yang ada disekitar kita, yang bukan saja penting bagi kita tapi juga penting bagi orang lain. Prinsip lo, ya peganglah itu, tapi prinsipnya orang lain ya dihargai juga dong.. kebutuhan lo, penuhilah itu, kebutuhan orang lain jangan diembargo dong.. hak lo, terimalah itu, hak orang lain, jangan dikebiri dong.. kekuasaan lo, nikmatilah itu, kekuasaan orang lain atas dirinya, dihargailah..
Gw lagi berpikir-pikir... harga mati gw apa ya? Secara gw orangnya keras kepala dan punya kecenderungan untuk maju pantang belok hehe.. banyak banget kata "TIDAK" yang kuucapkan untuk ketidaknyamananku terhadap sesuatu. Dan semuanya itu mudah! Sangat mudah! Mendefinisikan, menjatuhkan stigma, men-judge, mengenyahkan, mematikan.. semuanya itu mudah! Dengan kata-katapun kita bisa membunuh sebuah jiwa, bukan??
Tapi ketika gw mikir lebih dalam, gw bercermin pada kehidupan Tuhan gw, gw sadar bahwa yang diperjuangkan seharusnya bukan HARGA MATI tapi HARGA HIDUP. Menghargai setiap bentuk kehidupan, menghargai hakekat hidup, memperjuangkan kehidupan, mempertanggungjawabkan kehidupan, serta menerima anugerah 'kehidupan' dari Sang Pemberi Hidup.
Hidup itu ga gampang. Hidup yang sebenar-benarnya hidup. Hidup yang dijalani sebagaimana hidup yang diinginkan Pemberi Hidup. Hidup yang memberi arti pada kehidupan secara universal. Hidup dalam suasana '..Jadilah Kehendak-Mu..' dan '..di bumi seperti di sorga..'.
Sang Gembala Agung bahkan tak ingin kehilangan 1 domba. Ia mencari si domba nakal yang tersesat dan membawanya pulang. Ia memastikan bahwa domba itu hidup dan berada dalam harmoni bersama-Nya.
Gw ga mau mati buat lo! sorry yeee.. gw juga ga mau mati konyol buat siapapun juga..
Tapi gw mau hidup buat memenuhi rencana Tuhan atas diri gw, gw mo hidup buat orang-orang yang gw sayangi, gw mau hidup untuk mereka yang terpinggirkan, gw mau hidup untuk menghadirkan damai sejahtera bagi sesama gw. Iya gw mau hidup yang bener-bener hidup. Ga mudah sih..
So, dear God.. to be please you is my plea.. makanya gw mo hidup..
Gw mo ada dalam gumul juang bangsa gw, gw ga bisa tapi gw tahu Tuhan gw bakal memampukan gw untuk jadi Lilin Kecil :D
Ini HARGA HIDUP yg gw pilih!
Coba lo pikir kenapa akhir-akhir ini sesama anak bangsa susah sekali berbicara dalam damai? susah sekali mendiskusikan dan duduk bersama mencari pemecahan dari masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa ini dalam suasana yang mutual?
Menurutku semuanya itu dikarenakan kita terlalu sering menetapkan HARGA MATI yang notabene menutup kemungkinan untuk berdialog. Gw paham bahwa ada beberapa hal menyangkut keyakinan diri sendiri (bukan keyakinan orang lain lho) yang ga bisa ditawar-tawar.. untuk hal-hal prinsipil seperti itu ya biarlah seperti itu tetapi itu ga berarti kita menutup mata terhadap segala hal yang ada disekitar kita, yang bukan saja penting bagi kita tapi juga penting bagi orang lain. Prinsip lo, ya peganglah itu, tapi prinsipnya orang lain ya dihargai juga dong.. kebutuhan lo, penuhilah itu, kebutuhan orang lain jangan diembargo dong.. hak lo, terimalah itu, hak orang lain, jangan dikebiri dong.. kekuasaan lo, nikmatilah itu, kekuasaan orang lain atas dirinya, dihargailah..
Gw lagi berpikir-pikir... harga mati gw apa ya? Secara gw orangnya keras kepala dan punya kecenderungan untuk maju pantang belok hehe.. banyak banget kata "TIDAK" yang kuucapkan untuk ketidaknyamananku terhadap sesuatu. Dan semuanya itu mudah! Sangat mudah! Mendefinisikan, menjatuhkan stigma, men-judge, mengenyahkan, mematikan.. semuanya itu mudah! Dengan kata-katapun kita bisa membunuh sebuah jiwa, bukan??
Tapi ketika gw mikir lebih dalam, gw bercermin pada kehidupan Tuhan gw, gw sadar bahwa yang diperjuangkan seharusnya bukan HARGA MATI tapi HARGA HIDUP. Menghargai setiap bentuk kehidupan, menghargai hakekat hidup, memperjuangkan kehidupan, mempertanggungjawabkan kehidupan, serta menerima anugerah 'kehidupan' dari Sang Pemberi Hidup.
Hidup itu ga gampang. Hidup yang sebenar-benarnya hidup. Hidup yang dijalani sebagaimana hidup yang diinginkan Pemberi Hidup. Hidup yang memberi arti pada kehidupan secara universal. Hidup dalam suasana '..Jadilah Kehendak-Mu..' dan '..di bumi seperti di sorga..'.
Sang Gembala Agung bahkan tak ingin kehilangan 1 domba. Ia mencari si domba nakal yang tersesat dan membawanya pulang. Ia memastikan bahwa domba itu hidup dan berada dalam harmoni bersama-Nya.
Gw ga mau mati buat lo! sorry yeee.. gw juga ga mau mati konyol buat siapapun juga..
Tapi gw mau hidup buat memenuhi rencana Tuhan atas diri gw, gw mo hidup buat orang-orang yang gw sayangi, gw mau hidup untuk mereka yang terpinggirkan, gw mau hidup untuk menghadirkan damai sejahtera bagi sesama gw. Iya gw mau hidup yang bener-bener hidup. Ga mudah sih..
So, dear God.. to be please you is my plea.. makanya gw mo hidup..
Gw mo ada dalam gumul juang bangsa gw, gw ga bisa tapi gw tahu Tuhan gw bakal memampukan gw untuk jadi Lilin Kecil :D
Ini HARGA HIDUP yg gw pilih!


0 comments:
Post a Comment